Friday, 13 November 2009

Membuat hotspot dari laptop

-->

Anda dapat membuat jaringan rumah atau kantor kecil tanpa menggunakan access point atau hub/router. Seperti halnya jaringan peer to peer pada jaringan yang menggunakan NIC. Tidak hanya itu, jaringan peer-to-peer dengan Wi-Fi dapat dilakukan dengan lebih dari dua komputer dan dengan kecepatan yang jauh lebih besar.


1. Aktifkan Wi-Fi Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mempersiapkan perangkat jaringan wireless Anda dan mengaktifkannya. Cara mengaktifkan fitur Wi-Fi pada setiap komputer cukup beragam. Ada yang harus menekan tombol khusus baru kemudian aktif. Ada juga yang cukup mengaktifkannya melalui layar Windows Anda. Untuk mengaktifkannya melalui layar monitor; buka Control Panel, Network Connection, pada icon Wireless Network Connection klik kanan dan pilih Enable. Setelah itu, klik kanan kembali dan pilih View Available Wireless Network. Jika pada layar ada sebuah koneksi wireless tersedia, Anda tinggal pilih kemudian tekan tombol Connect.

2. Buat Jaringan Wi-Fi Sendiri
Namun bila koneksi Wi-Fi belum tersedia, Anda memang harus membuatnya sendiri. Apalagi pada komputer pertama sekali yang akan digunakan untuk jaringan. Caranya cukup pergi ke Control Panel, pilih Network Connection. Kemudian pada halaman NetworkConnection pilih Wireless Network Connection. Klik kanan kemudian pilih Properties. Setelah itu, buka halaman Wireless Network. Pada halaman ini berikan tanda centang pada Use Windows to configure my wireless network settings. Kemudian tekan tombol Add di bagian Prefered Networks.

3. Namakan Koneksi
Langkah kedua adalah menamakan koneksi wireless yang akan Anda buat. Nama koneksi dapat terserah diberikan, pengetikan nama koneksi dilakukan dalam boks SSID. Jika Anda ingin memiliki password untuk jaringan ini, pada opsi The key is provided for me automatically hapus tanda centang. Kemudian pada drop down menu Network Authentication, pilih Open atau Shared untuk menggunakan network key WEP atau memilih WPA-None untuk memilih menggunakan network key WPA. WPA memang lebih baik, namun tidak semua perangkat mendukungnya. Kemudian masukkan kuncinya pada kolom Network key dan Confirm network key.

4. Berikan Password WEP
Bila Anda memilih untuk memberikan password atau key secara manual, maka pada layar selanjutnya Anda akan dipertanyakan password tersebut. Bila Anda menggunakan password WEP (Wired Equivalent Privacy) ada aturan penggunaannya, yaitu hanya diperbolehkan 5 atau 13 karakter untuk penulisan password yang hanya menggunakan 1 jenis karakter. Untuk dua jenis karakter (angka dan huruf) hanya diperbolehkan sebanyak 10 atau 26 karakter. Perlu diingat bahwa semakin panjang dan rumit password akan semakin baik.

5. Berikan Password WPA
Anda dapat juga memberikan password WPA (Wi-Fi Protected Access). Pada penggunaan password WPA aturan yang harus ditaati adalah jumlah karakter yang dapat digunakan antara 8 sampai 63 untuk satu jenis karakter dan 64 karakter untuk lebih dari satu jenis karakter. Setelah selesai nanti, Anda dapat mencetak password ini untuk kemudian digunakan menambah komputer ke dalam jaringan nantinya. Dan perlu diingatkan bahwa penggunaan kunci WPA tidak selalu dapat diterapkan di setiap komputer. Ada beberapa perangkat jaringan nirkabel yang tidak dapat menerima kunci WPA.

6. Ad Hoc
Satu lagi yang perlu dilakukan adalah menjadikannya jaringan Ad Hoc. Jaringan Ad Hoc adalah jaringan yang hanya menghubungkan komputer ke komputer tanpa melalui sebuah hub atau router sebagai access point. Untuk jaringan nirkabel rumahan atau kantor kecil cukup menggunakan jaringan jenis ini. Oleh sebab itu, salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah memberikan tanda centang pada opsi This is a computer-to-computer (ad-hoc) network, wireless access points are not used. Opsi ini terletak di bagian paling bawah layar Association. Setelah selesai tekan OK.

7. Mulai Buat Jaringan Baru
Langkah selajutnya adalah membuat jaringan baru menggunakan koneksi yang sudah ada. Langkah pertama dalam membuat jaringan Anda cukup mengikuti wizard yang ada untuk membuat jaringan biasa. caranya masuk ke Control Panel. Kemudian pilih Network Setup Wizard. Ikuti petunjuk yang diberikan. Pada saat wizard mulai dijalankan, Anda akan diminta untuk memeriksa kembali perangkat jaringan yang akan digunakan. Apakah sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap Anda dapat melanjutkan. Jika belum pastikan terlebih dahulu semua perangkat sudah terpasang dan terinstal dengan baik.




Membuat Blog WordPress secara offline

Artikel ini adalah hasil konsultasi dengan Nasir (dr. Ahmad Muchtar Nasir), bahwa meskipun kita tidak terhubung dengan internet (dengan kata lain; internet offline), kita masih bisa “mencicipi” belajar bagaimana caranya ngeblog (atau bikin website) dengan domain dan hosting sendiri. Cara Ngeblog numpang di penyedia layanan (Friendster, Multiply, Blogspot, wordpress.com dll) tidak dibahas disini, karena caranya sangat mudah seperti halnya membuat account e-mail.

Keuntungan dari belajar ngeblog offline:
1. Tulisan masih belum dilihat orang lain, jadi kalau ada yang salah masih bisa dikoreksi
2. Bebas memodifikasi tampilan blog
3. Tulisan-tulisan hasil ngeblog offline nantinya bisa langsung diekspor dengan mudah ke penyedia layanan blog (dalam kasus ini ke sesama wordpress karena memakai WordPress), ataupun ke domain dan hosting baru. Siapa yang gak ngiler dengan nama domain, misalnya…mmm…genghiskhun.com
Dari pengamatan terhadap TS-TS yang sering online (Bambam, Deden, Bayu, Yessi, Helfi dll) , siapa tahu nanti TS ada yang pengen juga membuat;
Bambamjualansapiperahdankandangnya.com
Yessikumalasarijualankeripiktempe.com
Robbyalaminpemudasehatbugarbergairah.com
Derajatprih-emmm-apayaaaa.com
Dedenjualansarungsamarindadanisinya.com
Bagus…. (jualan apa enaknya ya? )
Helfipembelisetia.com
Bayuberhembusbengawansolobanjir.com
,..dst
Catatan.
Domain *.com + hosting penulis terkena charge (kalau tidak salah) Rp. 290.000/tahun, tetapi ada yang gratis juga seperti *.co.cc, *.web.id dsb
Btw, Buat apa sih bikin Blog? tentu saja buat propaganda ha ha ha..
Oke langsung saja kita persiapkan bahannya; (oiya lupa, tutorial ini hanya untuk pengguna OS Windows–tapi semoga saja nanti tersedia buat OS lain, Linux, Mac, Solaris dll)
1. Program XAMPP (unduh di http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html), penulis memilih versi archieve .ZIP ukuran file 80 Mb
2. WordPress (unduh di http://wordpress.org/download/), versi terbaru 2.7 dengan ukuran file 1,8 Mb
3. Theme-theme untuk pilihan tampilan, googling saja dengan kata kunci “wordpress theme“, unduh sesuai selera, filenya kecil-kecil.
4. Plugin-plugin, terutama WordPress 23 related post yang otomatis menampilkan artikel sebelumnya yang berhubungan (unduh di http://wordpress.org/extend/plugins/wordpress-23-related-posts-plugin/)
5. Browser dan Windows Explorer, eh maaf sudah ada ya? ini penting karena kita akan bekerja di dua tempat ini. Folder-folder berarti berhubungan dengan Windows explorer.
Mari kita mulai;
TAHAP INSTALASI XAMPP (Hosting Offline):
1. Extract-lah di drive C:\ (atau drive yang lain terserah, D:\ atau E:\), sehingga nantinya akan ada folder baru yaitu C:\xampp
2. Buka file C:\xampp\readme_en.txt yang berisi petunjuk instalasi. Baca baik-baik
3. Dalam folder yang sama cari dan Klik file “setup_xampp.bat” untuk memulai instalasi. press any key…. klik!
4. Klik file xampp_start untuk menjalankan Apache dan MySQL.
5. Buka browser favorit anda (Opera?) dan ketik alamat “localhost“. Bila berhasil akan muncul tampilan XAMPP dengan pilihan bahasanya. Pilih salah satu bahasa untuk masuk (English)…
6. Klik “Phpmyadmin” di bagian tool, atau langsung ketik alamat: localhost/phpmyadmin
7. Isi Create Database dengan nama “WordPress“. Collation dan utf8_general_ci diganti menjadi utf8_unicode_ci (scroll terbawah)
TAHAP INSTALASI WORDPRESS
8. Extract-lah file WordPress 2.7 di folder C:\xampp\htdocs
9. Bukalah file c:\xampp\htdocs\WordPress\wp-config-sample.php dengan text editor (Notepad). Ubah parameter sebagai berikut:
// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(’DB_NAME’, ‘WordPress’);
/** MySQL database username */
define(’DB_USER’, ‘root’);
/** MySQL database password */
define(’DB_PASSWORD’, ”);
Tutup notepad, save file dengan nama baru “wp-config.php”
10. Buka lagi browser anda, lalu ketiklah alamat “localhost/wordpress“. Bila berhasil akan muncul ucapan selamat datang dari WordPress. Isian selanjutnya mirip cara membuat account e-mail.
11. Klik Instal, diberi password standar, klik login, gantilah password ini dengan password favorit anda, Nah sudah selesai.
12. Untuk Men-setting blog, posting artikel dsb bekerjanya di: localhost/wordpress/wp-admin, sedangkan untuk melihat hasilnya di: localhost/wordpress. Selamat menikmati ngeblog offline.
TAHAP MEMASUKKAN THEME dan PLUGIN
13. Caranya sederhana saja, extraxt-lah file-file Theme di folder: C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\themes.
Sedangkan file-file Plugin diextract di: C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\plugins
14. Untuk mengaktifkan mereka dengan memakai browser, untuk Theme ketik alamat: http://localhost/wordpress/wp-admin/themes.php
Untuk plugin ketik di: http://localhost/wordpress/wp-admin/plugins.php
TAHAP ONLINE
Setelah merasa cocok dengan theme, artikel-artikel sudah cukup banyak (yaitu >2 ) dan hati menggebu ingin segera berpropaganda langkahnya cukup mudah:
1. Aktifkan xampp_start (bila belum aktif), lalu buka browser, Meluncur ke http://localhost/wordpress/wp-admin/export.php
Klik download untuk “membungkus” keseluruhan artikel postingan offline. File ini berbentuk XML editor, jaga baik-baik file ini.
2. Anda bisa memutuskan untuk ngeblog gratisan melalui wordpress.com atau membeli domain dan hosting sendiri. Bila membeli domain dan hosting sendiri cara memasukkan WordPress seperti cara di atas. Sedangkan bila mau yang gratisan lebih mudah lagi seperti membuat account e-mail.
3. Lalu di wp-admin account baru (ONLINE) meluncur ke ……wp-admin/import.php. Plih WordPress untuk mengimport “bungkusan data” tadi. All done. Have fun!

Possibly related posts: (automatically generated)

MEMBUAT BLOG SECARA OFFLINE

Belajar membuat Blog Offline dengan WordPress
Artikel ini adalah hasil konsultasi dengan Nasir (dr. Ahmad Muchtar Nasir), bahwa meskipun kita tidak terhubung dengan internet (dengan kata lain; internet offline), kita masih bisa “mencicipi” belajar bagaimana caranya ngeblog (atau bikin website) dengan domain dan hosting sendiri. Cara Ngeblog numpang di penyedia layanan (Friendster, Multiply, Blogspot, wordpress.com dll) tidak dibahas disini, karena caranya sangat mudah seperti halnya membuat account e-mail.
Keuntungan dari belajar ngeblog offline:
1. Tulisan masih belum dilihat orang lain, jadi kalau ada yang salah masih bisa dikoreksi
2. Bebas memodifikasi tampilan blog
3. Tulisan-tulisan hasil ngeblog offline nantinya bisa langsung diekspor dengan mudah ke penyedia layanan blog (dalam kasus ini ke sesama wordpress karena memakai WordPress), ataupun ke domain dan hosting baru. Siapa yang gak ngiler dengan nama domain, misalnya…mmm…genghiskhun.com
Dari pengamatan terhadap TS-TS yang sering online (Bambam, Deden, Bayu, Yessi, Helfi dll) , siapa tahu nanti TS ada yang pengen juga membuat;
Bambamjualansapiperahdankandangnya.com
Yessikumalasarijualankeripiktempe.com
Robbyalaminpemudasehatbugarbergairah.com
Derajatprih-emmm-apayaaaa.com
Dedenjualansarungsamarindadanisinya.com
Bagus…. (jualan apa enaknya ya? )
Helfipembelisetia.com
Bayuberhembusbengawansolobanjir.com
,..dst
Catatan.
Domain *.com + hosting penulis terkena charge (kalau tidak salah) Rp. 290.000/tahun, tetapi ada yang gratis juga seperti *.co.cc, *.web.id dsb
Btw, Buat apa sih bikin Blog? tentu saja buat propaganda ha ha ha..
Oke langsung saja kita persiapkan bahannya; (oiya lupa, tutorial ini hanya untuk pengguna OS Windows–tapi semoga saja nanti tersedia buat OS lain, Linux, Mac, Solaris dll)
1. Program XAMPP (unduh di http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html), penulis memilih versi archieve .ZIP ukuran file 80 Mb
2. WordPress (unduh di http://wordpress.org/download/), versi terbaru 2.7 dengan ukuran file 1,8 Mb
3. Theme-theme untuk pilihan tampilan, googling saja dengan kata kunci “wordpress theme“, unduh sesuai selera, filenya kecil-kecil.
4. Plugin-plugin, terutama WordPress 23 related post yang otomatis menampilkan artikel sebelumnya yang berhubungan (unduh di http://wordpress.org/extend/plugins/wordpress-23-related-posts-plugin/)
5. Browser dan Windows Explorer, eh maaf sudah ada ya? ini penting karena kita akan bekerja di dua tempat ini. Folder-folder berarti berhubungan dengan Windows explorer.
Mari kita mulai;
TAHAP INSTALASI XAMPP (Hosting Offline):
1. Extract-lah di drive C:\ (atau drive yang lain terserah, D:\ atau E:\), sehingga nantinya akan ada folder baru yaitu C:\xampp
2. Buka file C:\xampp\readme_en.txt yang berisi petunjuk instalasi. Baca baik-baik
3. Dalam folder yang sama cari dan Klik file “setup_xampp.bat” untuk memulai instalasi. press any key…. klik!
4. Klik file xampp_start untuk menjalankan Apache dan MySQL.
5. Buka browser favorit anda (Opera?) dan ketik alamat “localhost“. Bila berhasil akan muncul tampilan XAMPP dengan pilihan bahasanya. Pilih salah satu bahasa untuk masuk (English)…
6. Klik “Phpmyadmin” di bagian tool, atau langsung ketik alamat: localhost/phpmyadmin
7. Isi Create Database dengan nama “WordPress“. Collation dan utf8_general_ci diganti menjadi utf8_unicode_ci (scroll terbawah)
TAHAP INSTALASI WORDPRESS
8. Extract-lah file WordPress 2.7 di folder C:\xampp\htdocs
9. Bukalah file c:\xampp\htdocs\WordPress\wp-config-sample.php dengan text editor (Notepad). Ubah parameter sebagai berikut:
// ** MySQL settings – You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define(’DB_NAME’, ‘WordPress’);
/** MySQL database username */
define(’DB_USER’, ‘root’);
/** MySQL database password */
define(’DB_PASSWORD’, ”);
Tutup notepad, save file dengan nama baru “wp-config.php“
10. Buka lagi browser anda, lalu ketiklah alamat “localhost/wordpress“. Bila berhasil akan muncul ucapan selamat datang dari WordPress. Isian selanjutnya mirip cara membuat account e-mail.
11. Klik Instal, diberi password standar, klik login, gantilah password ini dengan password favorit anda, Nah sudah selesai.
12. Untuk Men-setting blog, posting artikel dsb bekerjanya di: localhost/wordpress/wp-admin, sedangkan untuk melihat hasilnya di: localhost/wordpress. Selamat menikmati ngeblog offline.
TAHAP MEMASUKKAN THEME dan PLUGIN
13. Caranya sederhana saja, extraxt-lah file-file Theme di folder: C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\themes.
Sedangkan file-file Plugin diextract di: C:\xampp\htdocs\wordpress\wp-content\plugins
14. Untuk mengaktifkan mereka dengan memakai browser, untuk Theme ketik alamat: http://localhost/wordpress/wp-admin/themes.php
Untuk plugin ketik di: http://localhost/wordpress/wp-admin/plugins.php
TAHAP ONLINE
Setelah merasa cocok dengan theme, artikel-artikel sudah cukup banyak (yaitu >2 ) dan hati menggebu ingin segera berpropaganda langkahnya cukup mudah:
1. Aktifkan xampp_start (bila belum aktif), lalu buka browser, Meluncur ke http://localhost/wordpress/wp-admin/export.php
Klik download untuk “membungkus” keseluruhan artikel postingan offline. File ini berbentuk XML editor, jaga baik-baik file ini.
2. Anda bisa memutuskan untuk ngeblog gratisan melalui wordpress.com atau membeli domain dan hosting sendiri. Bila membeli domain dan hosting sendiri cara memasukkan WordPress seperti cara di atas. Sedangkan bila mau yang gratisan lebih mudah lagi seperti membuat account e-mail.
3. Lalu di wp-admin account baru (ONLINE) meluncur ke ……wp-admin/import.php. Plih WordPress untuk mengimport “bungkusan data” tadi. All done. Have fun!
Artikel ini sendiri disusun pada waktu offline, kemudian dicopy versi HTML via notepad lalu diposting online.
Anda boleh meng-copy paste artikel dengan kode dibawah ini dengan syarat tanpa merubah atribut :
Genghis Khun
http://nafanakhun.wordpress.com/2009/02/15/belajar-membuat-blog-offline-dengan-wordpress/


Possibly related posts: (automatically generated)


No comments:

Post a Comment