Tuesday, 31 August 2010

Teknologi mesin 2 tak


Mesin 2-Langkah Injeksi Langsung, Dibantu Bill Gates

Rabu, 18 Agustus 2010 | 13:51 WIB
EcoMotors International
Mesin OPOC dengan arsitektur unik, silinder dan piston berlawanan
DETROIT, KOMPAS.com – Kendati aplikasi mesin dua-langkah (2-tak) pada sepeda motor, baik komersial maupun dunia balap, telah redup, ternyata pengembangannya tidak pernah padam. Terakhir, mesin 2-langkah dikembangkan oleh EcoMotors International, Detroit, Amerika Serikat dengan arsitektur yang unik.

Kehebatan mesin ini, bisa menggunakan berbagai jenis bahan bakar. Dengan bobotnya yang ringan, densitasnya menghasilkan tenaga dua kali mesin 4–langkah konvensional (kapasitas sama). Emisi gas buangnya juga rendah, mampu memenuhi standar berbagai negara yang ketat. Karena itu jangan heran, bos Microsoft, Bill Gates mau menanamkan uangnya untuk pengembangan lebih lanjut dari mesin ini.

Dikabarkan, mesin yang diberi nama “opposed-piston opposed-cylinder” (OPOC) ini, kini dalam tahap optimalisasi untuk proses pembakarannya. EcoMotors yang baru berusia dua tahun, memperoleh dana US $23,5 juta dari investor utamanya,  Vinod Khosla dan Bill Gates untuk terus mengembangkan mesin yang diperkirakan prospeknya sangat cerah.

Generasi Ke-6
“Generasi keenam mesin OPOC sudah mencapai tahap tes pada dinamometer,” ungkap CEO EcoMotors, Don Runkle kepada majalah Automotive Engineering International. Ia memperkirakan, hasil tes sudah bisa diperoleh tahun depan.
OPOC dirancang menggunakan sistem injeksi langsung. Tak kalah menarik dilengkapi pula dengan turbocharger dan sudah siap diproduksi dalam dua atau tiga tahun mendatang.
Mesin ini menggunakan dasar arsitek modular dengan berbagai diameter. Saat ini digunakan diameter piston 100, 75, 65 dan 30 mm. Setiap “power module”, sepasang silinder dengan posisi berlawanan harisontal, menggunakan dua piston.
Kedua piston bekerja melalui sepasang setang piston (con-rod) pendek dan panjang yang dihubungkan ke poros engkol. Piston dengan posis berlawanan menggunakan ruang bakar yang sama pada setiap silinder. Tenaga mesin bisa ditingkatkan lagi dengan menambah set silinder.
“Tes dinamometer secara ekstensif untuk versi diesel (diameter 100 mm), memperlihatkan emisi yang rendah. Efisiensi kerja mesin yang sangat tinggi. Tenaga yang dihasilkan sesuai dengan perhitungan,“ ungkap Runkle.

Tes sebelumnya sudah memperlihatkan, efisiensi bahan bakar mesin OPOC 50 persen lebih baik dari mesin konvensional dengan kapasitas sama. Sementara versi bensin juga sedang dites!

Mobil Listrik
EcoMotors mengharapkan mesin ini bisa digunakan untuk keperluan komersial dan militer (menggunakan bahan bakar diesel). Karena itu pula, sudah ada perusahaan tertarik menggunakannya untuk truk ukuran sedang. Sedangkan mesin OPOC berkapasitas kecil, dinilai cocok untuk mobil listrik dengan tambahan genset (hibrida seri).

Dikatakan pula, industri ruang angkasa juga memperoleh keuntungan dari mesin ini. Selain dari densitas tenaganya yang tinggi, bobot enteng, irit bahan bakar, jumlah material yang digunakan jauh lebih sedikit.

Saat ini, dua mesin OPOC diesel sudah digunakan pada helikopter konsep yang disebut “bluecopter” hibrida-elektrik oleh konsorsium helikopter Eropa, EADS dan diperkenalkan pada Berlin Air Show, Juni lalu.

Pengembangan terhadap mesin OPOC masih terus dilakukan. A antara lain menentukan sudut bagian atas piston, jumlah injektor yang akan dipasang pada setiap silinder, sudut, bentuk dan tekanan semprotan dan turbocharger yang dikontrol secara listrik.
Penulis: ZBJ
Editor: Zulkifli BJ

Teknologi Ring Piston

Ring Piston Berjenjang untuk Mesin Bensin Injeksi Langsung

Rabu, 25 Agustus 2010 | 14:08 WIB

Federal-Mogul
Perbedaan desain ring oli LKZ Federal-Mogul kanan dengan versi konvensional kiri. Hanya pada permukaan kontak dengan dinding silinder yang berbeda!


KOMPAS.com –  Di dalam jeroan mesin, komponen yang tidak kalah penting menentukan performa mesin adalah ring piston yang terdiri dari ring kompresi (paling atas), ring oli (paling bawah) dan ring wiper atau pembantu ring kompresi (tengah atau nomor dua).
Ring oli, merupakan bagian yang menentukan mesin rakus terhadap oli atau tidak. Bentuk khusus dan terdiri dari dua bagian. Nah, ring ini mendapat  perhatian khusus dari produsen piston terkenal di dunia, Federal-Mogul Corporation. Terutama aplikasi ring tersebut untuk mesin bensin moderen, sistem injeksi langsung. Sebelumnya, konsep ring ini digunakan Federal-Mogul pada mesin diesel.
Dengan paten LKZ -  menurut Federal-Mogul – ring tersebut dapat mengurangi konsumsi oli sampai 50 persen dan menurunkan gesekan 15 persen  dibandingkan ring oli  konvensional yang terdiri dua bagian. Alhasil, ring ini  juga mengirit konsumsi bahan bakar dan mengurangi emisi  CO2 dan umur pakai yang lebih lama.
Permukaan Berjenjang
Tipikal ring piston baru ini menggunakan tekanan yang sama pada diameter silinder saat menuju titik mati bawah (TMB) dan ke titik mati atas (TMA). Ring  ini mengombinasikan permukaan berjenjang dan tirus pada bagian kontaknya. Hasilnya, ketika munju TMB menghasilkan tekanan yang  besar dan akan berkurang saat kembali Ke TMB.
Tekanan ring saat piston ke TMB  lebih efektif untuk mengembalikan oli yang melumasi silinder ke bak oli. Sebaliknya, saat menuju TMA, bisa mencegah oli masuk ke ruang bakar.
“Ring LKZ, tidak seperti ring konvensional,   konsumsi oli mesin tetap rendah selama berfungsi|,” kata Johannes Esser, Director of Engineering, Rings and Liners Federal Mogul.
Jenis ring piston lain yang ditawarkan Federal-Mogul, permukaan dilapisi dengan berbagai material, antara lain krom, disebut chrome ceramic coanting (CKS). Juga ada ring dengan lapisan Goetzwe diamond coating (GDC) yang melindungi ring dari keasuan dan ring berlapis diamond-like carbon (DLC) untuk memperkecil gesekan.
Penulis: ZBJ
Editor: Zulkifli BJ

HIDUP

Adalah perjuangan
Adalah kehambaan
Adalah kebahagiaan
Adalah cobaan

Silahkan anda pilih yang mana
Jika pilihan anda tepat, maka anda menjadi seorang manusia yang
berkualitas, sukses, bahagia, apa lagi coba.....?

Itulah hidup
Yang harus memilih
Benar atau salah
Kiri atau kanan
Hitam atau putih

Akankah kita masih tenggelam dalam nuansa kehidupan yang fana
oh, manusia yang fana
akan kemanakah hidup kelak
.............hanyalah hati kecil kita yang bisa menjawab