Thursday, 26 June 2014

CARA MEMBUAT LINK DOWNLOAD DI BLOG DENGAN MEDIAFIRE






Kali ini saya akan membagikan tips atau cara bagaimana membuat tautan link yang bisa di download pada blog, khusus nya pada blogspot…

Kalian harus punya tautan atau link tempat download nya dulu, jika belum punya silahkan daftar pada beberapa situs penyedia layanan upload file , seperti addfly, ziddu, indowebster, atau mediafire,..nah kali ini akan saya jelaskan cara upload file melalui mediafire karena menurut saya cukup mudah.

1. Buka www.mediafire.com setelah itu buat account dulu (kalau belum punya akun)
2. Setelah selesai membuat akun ,cek email agan untuk verifikasi account yang telah agan buat tadi
3. Setelah account anda terverifikasi maka agan sudah bisa mulai menguploud file yang akan agan bagikan
4. Masuk ke dalam my files ,disitu agan bisa membuat beberapa file baru pada kotak folder, jika agan menguploud beberapa file, dan ingin memisah misah kan file tersebut
5. Klik tombol upload 
6. Setelah itu akan muncul pop up pada layar agan, disitu silahkan klik ditegah maka akan mengarah kepada tempat file yang akan di upload pada komputer agan 
7. Setelah dapat file yang akan diupload , maka selanjutnya klik begin upload,tunggu hingga proses upload selesai
8. Setelah proses selesai agan sudah mempunyai file yang tersimpan pada account agan untuk bisa didownload orang lain 
9. Untuk bisa didownload orang lain klik file yang sudah agan upload tadi disamping kanan nya ada tombol share klik disitu untuk mendapatkan link tautan file tersebut setelah itu copy link tersebut.

Nah untuk menampilkan link download tersebut didalam blog sebaiknya sediakan tempat khusus didalam blog agan agar mudah terlihat oleh setiap pengunjung cara yang paling mudah adalah sebagai berikut

1. Login kedalam blog anda
2. Klik layout(Tata Letak) , dan klik atau pilih tambah gadget (terserah agan mau taruh sebelah mana,sebaiknya taruh di sidebar sebelah kanan dari blog anda)
3. Setelah itu pilih atau klik tambahkan HTML/java script
4. Kemudian akan muncul pop up baru, disitu agan bisa memberi judul pada gadget yang akan anda tambahkan pada blog anda tersebut seperti contoh nya "free download" untuk menarik pengunjung
5. Dikolom konten berikan nama file yang menarik agar pengunjung blog agan tertarik ,setelah itu copy kode dibawah ini 


http://images.cooltext.com/2344908.png" width="131" height="43" alt="Download" />



jangan lupa hapus tanda ---link sobat taruh sini--- kemudian ganti dengan link sobat yang sudah agan copy dari mediafire tadi

6. Setelah itu klik simpan dan proses selesai 

Maka sekarang sudah bisa menampilkan link untuk bisa didownload pada blog anda
Selamat mencoba………… :) 
Di sarikan dari http://dedy-pkp.blogspot.com

Cara Membuat Scroll Bar Di Postingan Blog

Cara Membuat Scroll Bar Di Postingan Blog
Cara Membuat Scroll Bar di Postingan Blog - Kali ini saya akan share artikel mengenai Cara Membuat Scroll Bar Pada Postingan Blog. Sedikit penjelasan dan pengetahuan untuk sobat tentang definisi serta fungsi dan kegunaanya Scroll Bar adalah untuk memudahkan kita apabila ada kode atau tulisan yang sangat panjang agar tidak memakan terlalu banyak tempat atau bisa juga dibilang untuk mengefisienkan tempat atau halaman blog sehingga tidak terlalu panjang kebawah. Intinya tampilan posting blog kita jadi singkat dan dinamis.




Cara Membuat scroll bar di posting blog sangatlah mudah, Caranya hampir sama seperti saat kita menulis postingan blog. Namun yang paling penting adalah jangan lupa sobat copy/paste atau Tulis Kode script di bawah ini pada mode Edit HTML di bagian posting blog.

Contoh Scroll Bar Pada Postingan Blog :
Cara Membuat Scroll Bar di Postingan Blog - Kali ini saya akan share artikel mengenai Cara Membuat Scroll Bar Pada Postingan Blog. Sedikit penjelasan dan pengetahuan untuk sobat tentang definisi serta fungsi dan kegunaanya Scroll Bar adalah untuk memudahkan kita apabila ada kode atau tulisan yang sangat panjang agar tidak memakan terlalu banyak tempat atau bisa juga dibilang untuk mengefisienkan tempat atau halaman blog sehingga tidak terlalu panjang kebawah. Intinya tampilan posting blog kita jadi singkat dan dinamis
Jika sobat tertarik menggunakannya silahkan copy/paste scrip dibawah ini pada Halaman Edit HTML Bukan pada Halaman Compose.
100px
; overflow: auto; padding: 10px; width: 400px;">
Letakan Tulisan / Kode HTML Sobat Disini
Setelah meletakan kode HTML di atas pada halaman edit HTML, sobat bisa melakukan pengecekan pada halaman Compose.

Keterangan :
100px : Kode untuk mengatur tinggi pada kolom scroll.
400px : Kode untuk mengatur lebar pada kolom scroll.

Demikian artikel yang saya buat tentang Cara Membuat Scroll Bar Di Postingan Blog. Semoga artikel yang saya buat ini dapat berguna dan bermanfaat bagi sobat blogger. Jika ada yang kurang jelas silahkan berkomentar di kolom komentar dibawah atau melalui ChatBox. Salam Blogger

Di Sarikan dari Rosby Pranajaya M. Nandjan ~ Mari Berbagi

Pendataan Siswa Kelas XII


Asal Usul Grobogan

Kabupaten Grobogan merupakan wilayah terluas nomor setelah Cilacap di Jawa Tengah,ibukota Kabupaten Grobogan Purwodadi, menurut Perda Kab. Grobogan No 11 Tahun 1991 Tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Grobogan.Hari Jadinya Senin kliwon , 21 Jumadilakir 1650 Saka atau 4 Maret 1726MENURUT SUMBER LAINNYA :

Grobogan
Hari Jadi : 4 Maret 1726
Tgl.Qomaria : 1 Rajab 1138 H
Hari : Senin 4
Pasaran : Pahing 9
Bintang : Pisces
Wuku : Wukir
Shio : Kuda
Elemen : Api (+)

Chondro Sengkolo Hari Jadi Grobogan adalah "KOMBULING CIPTO HANGROSO JATI".
Surya Sangkolo Hari Jadi Grobogan adalah "KRIDHANING HANGGA HAMBANGUN PRAJA".

Ceritanya pada saat itu Susuhunan Amangkurat IV mengangkat seorang abdi yang telah berjasa pada sunan yang bernama NG. WONGSODIPO menjadi bupati monconagari (taklukan raja) Grobogan dengan nama RT. MARTOPURO Pada 21 Jumadilakir 1650 Saka atau 4 Maret 1726. Dalam pengangkatan ini ditetapkan pula wilayah yang menjadi kekuasaannya yaitu: Selo,Teras Karas,Wirosari, Santenan, Grobogan, dan beberapa daerah di Sukowati bagian utara Bengawan Solo (Serat Babad Kartosuro / Babad Pacino : 172 – 174).Oleh karena kota Kartosuro pada waktu itu sedang dalam keadaan kacau,maka RT MARTOPURO masih tetap di Kartosuro. Sedang pengawasan terhadap daerah Grobogan diserahkan kepada kemenakan sekaligus menantunya yang bernama
RT. SURYONAGORO (Suwandi). Tugasnya menciptakan struktur pemerintahan kabupaten Pangreh Projo,seperti adanya bupati patih,kaliwon,panewu,mantri, dan seterusnya sampai jabatan bekel di desa-desa.Dengan ibukotanya di Grobogan.Tetapi pada tahun 1864 ibukota Kabupaten Grobogan pindah ke Purwodadi
Dipimpin oleh RT. ADIPATI MARTONAGORO 1864 - 1875 dan sampai sekarang ibukota Kabupaten Grobogan masih di kota Purwodadi 


Asal nama Grobogan

Asal mula disebut Grobogan menurut cerita tutur yang beredar didaerah Grobogan, suatu ketika, pasukan Demak di bawah Pimpinan sunan Ngundung dan sunan Kudus menyerbu ke pusat kerajaan Majapahit. Dalam pertempuran tersebut pasukan demak memperoleh kemenangan. Maka runtuhlah kerajaan Majapahit,ketika sunan Ngundung memasuki istana dia menemukan banyak pusaka Majapahit yang ditinggalkan.Benda-benda tersebut dikumpulkan dan dimasukkan kedalam sebuah Grobog (peti), Kemudian dibawa sebagai barang boyongan ke Demak. Didalam perjalanan kembali ke Demak,grobog tersebut tertinggal di suatu tempat karena suatu sebab. Tempat itu kemudian disebut Grobogan. Dengan demikian menurut cerita diatas "GROBOG" berarti tempat untuk menyimpan senjata atau barang pusaka.Peristiwa tersebut sangat mengesankan hati sunan Ngundung, sebagai kenangan maka tempat tersebut di beri nama Grobogan yaitu tempat grobog


Arti Purwodadi

Purwodadi sebagai kota kabupaten Grobogan mempunyai arti yaitu
"PURWA" berarti "PERMULAAN" (JAWA : Kawitan). "DADI" artinya "JADI" (JAWA : Dumadi ). Jadi
"YANG MULA - MULA JADI, PURWANING DUMADI : SANGKAN PARANING DUMADI.
Hal ini dikaitkan dengan cerita Aji Saka dengan carakan Jawa-nya yang mengandung ajaran filsafat hidup dan kehidupan manusia "MANUNGGALING KAWULA GUSTI", dari sejak asal mula manusia di dunia ini. 
Di sarikan dari http://elektrix-man.blogspot.com

Asal Usul Nenek Moyang Orang Jawa

Pulau Jawa merupakan salah satu pulau diantara 13.000 pulau di Indonesia. Ia menjadi tempat berdomisili sebagian besar penduduk Indonesia.[1] Dalam kesehariannya, penduduk Jawa menggunakan empat bahasa yang berbeda. Penduduk asli ibukota Jakarta berbicara dengan dialek bahasa melayu yang disebut Melayu-Betawi. Di bagian tengah dan selatan Jawa barat memakai bahasa Sunda. sedangkan Jawa Timur bagian utara dan timur yang dihuni oleh imigran-imigran dari Madura, yang tetap mempertahankan bahasa mereka. Dan di bagian Jawa lainnya menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasinya sehari-hari.[2]
Masyarakat Jawa atau lebih tepatnya suku bangsa Jawa, secara antropologi budaya adalah orang-orang yang dalam hidup kesehariannya menggunakan bahasa Jawa dengan berbagai dialeknya secara turun menurun.[3] Jawa dalam pembahasan ini lebih bernuansa nama etnis dari pada sekedar batasan geografi huniannya. Karena kenyataannya secara geografis penduduk pulau jawa tidak hanya terdiri atas suku Jawa saja, melainkan juga bebarapa suku diantaranya suku Sunda.[4]
Nenek moyang suku Jawa tidak berbeda dari suku-suku bangsa Indonesia lainnya yang menempati Semenanjung Malaka, Kalimantan, Sumatera dan Jawa yang disebut Daratan Sunda. Dari penggalian fosil-fosil di Pulau Jawa sekitar lembah Bengawan Solo, Jawa Tengah telah ditemukan fosil Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan sebagai manusia Indonesia tertua yang hidup sekitar satu juta tahun yang lalu dan fosil  yang lebih muda usianya yang disebut Homo Soloensis.[5]
Sedangkan tulisan kuno yang memberikan kejelasan tentang asal usul nenek moyang orang Jawa hanya dimulai sejak kedatangan aji saka. Namun terdapat keterangan mengenai keadaan geologi pulau Jawa dalam sebuah tulisan kuno hindu yang menyatakan  bahwa Nusa Kendang, nama pulau Jawa pada masa itu merupakan bagian dari India. Dan tanah yang sekarang dinamakan Kepulauan Nusantara, merupakan daratan yang menyatu dengan daratan Asia dan Australia yang kemudian terputus dan tenggelan oleh air bah.[6]
Dalam Babad Kuno, ditemukan sejarah yang samar. Diceritakan bahwa Arjuna seorang raja dari Astina, yang merupakan sebuah kerajaan  yang terletak di Kling yang  membawa penduduk pertama ke Pulau Jawa. Pada masa itu pulau ini belum berpenghuni. Mereka kemudian mendirikan  sebuah koloni yang letaknya tidak disebutkan.[7]
Sejarah yang lebih jelas dapat ditemukan dari sebuah surat kuno yaitu Serat Asal Keraton Malang. Dalam surat tersebut diceritakan bahwa Raja Rum yang merupakan sultan dari negara Turki, tetapi dalam surat lainnya disebut sebagai raja dari Dekhan. Pada 450 tahun sebelum Masehi Raja tersebut mengirim penduduk pertama, namun penduduk tersebut sangat menderita karena gangguan binatang buas. Akibatnya, banyak dari penduduk baru tersebut yang kembali pulang ke negaranya.[8]
Dan pada 350 SM, Raja mengirim perpindahan penduduk yang kedua kali. Perpindahan ini dipimpin oleh Aji Keler yang membawa 20.000 laki-laki dan 20.000 perempuan yang berasal dari pantai Koromandel. Aji Keler menemukan Nusa Kendang dengan dataran tinggi yang ditutupi hutan lebat dan dihuni berbagai binatang buas sedangkan tanah datarnya ditumbuhi oleh tanaman yang dinamakan jawi. Karena jenis tanaman ini tumbuh dimana- mana maka ia menamakan tanah dimana ia mendarat dengan nama “Jawi”, yang kemudian berlaku untuk nama keseluruhan Pulau Jawa.[9]
Raja kemudian memerintahkan sang patih untuk mengirim perpindahan penduduk gelombang ketiga yang juga terdiri dari 20.000 laki dan 20.000 perempuan. Namun pada perpindahan gelombang ketiga ini telah dibekali peralatan membajak serta bekal hidup selama enam bulan untuk mencegah agar orang-orang tersebut tidak melarikan diri dan diangkatlah raja bagi mereka dengan nama Raja Kanna. Pada beberapa tempat di pantai di daerah Surabaya sekarang dan juga di Pulau Madura, di bangun desa-desa dengan nama Ngawu, Hawu Langit, Dewarawati, Mandaraka, Ngamarta dan Madura. Di desa-desa ini juga di angkat kepala-kepala atau pimpinannya. Tindakan tersebut ternyata membuat perpindahan penduduk gelombang ketiga berhasil. Akhirnya, mereka menyebar ke pedalaman yang terbuka dari pulau Jawa. Orang-orang dari gelombang ketiga ini mempunyai kepercayaan Animisme.[10]

[1] Ahmad Khalil, Islam Jawa Sufisme dalam Etika dan Tradisi Jawa,  (Malang: Uin Malang Press, 2008),  Hal. 3
[2] Franz Mangnis dan Suseno SJ, Etika Jawa, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003),  Hal. 11
[3] Darori Amin, Islam Dan Kebudayaan Jawa, (Yogyakarta: Gama Media, 2000),  Ha.l 3
[4] Mohammadd Damami, Makna Agama Dan Masyarakat,  (Yogyakarta: LEFSI, 2002), Hal. 11
[5] Darori Amin, Op.Cit,  Hal 3-4
[6] Capt  R. P. Suyono, Dunia Mistik Orang Jawa, (Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara, 2007), hal. 5
[7] Ibid, Hal. 6
[8] Ibid
[9] Ibid, Hal. 6-7
[10] Ibid, Hal. 7

Basic 1 and 2 For White Belt

Gambar berikut merupakan gerakan Basic 1.



Gambar Berikut merupakan Gerakan Basic 2




Basic 1 dan 2 wajib dikuasai oleh Taekwondoin Sabuk Putih jika akan mengambil Ujian Kenaikan Tingkat ke Sabuk Kuning

MATERI TEHNIK TAEKWONDO

TINGKAT SABUK/GEUP : PUTIH / X
Teknik Tangan : Kuda-kuda Apkoobi, Joosum Seogi

Tangkisan ( Makki )

- Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah

- Momtong An Makki : Tangkisan ke arah perut dari luar ke dalam

- Momtong Bagkat Makki : Tangkisan ke arah perut dari dalam ke luar

- Eolgol Makki : Tangkisan ke arah kepala

- Batangson Arae Makki : Tangkisan ke arah bawah dengan telapak tangan

Pukulan ( Jireugi )

- Momtong Jireugi : Pukulan ke arah perut

- Eolgol Jireugi : Pukulan ke arah kepala

- Gabrion / Dobeon : Pukulan dua kali ke arah perut

- Sambion : Pukulan tiga kali ke arah kepala, leher, perut

Cekikan / Sodokan ( Chireugi )

- Ageum son keut chireugi : Cekikan ke arah leher

- Gawison keut chireugi : Sodokan ke arah mata dengan dua jari

- Ape son keut chireugi : Sodokan ke arah leher dengan ujung jari

- Pionson keut chireugi : Sodokan ke arah ulu hati dengan ujung jari

Sabetan ( Chigi )

- Sonal Mok Chigi : Sabetan ke arah leher/pelipis
Teknik Tendangan (Chagi)

- Momtong Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah perut dengan Apchook

- Eolgol Ap Chagi : Tendangan lurus ke arah kepala dengan Apchook

- Noppi Ap Chagi : Tendangan melompat lurus dengan Apchook

- Dello / Ball Chagi : Tendangan mencangkul arah kepala

- Dollyo Chagi : Tendangan melingkar

TINGKAT SABUK : KUNING POLOS - KUNING STRIP GEUP : IX-VIII


Materi Teknik
Teknik Tangan :

- Doopalmok Makki : Tangkisan dua tangan kearah perut

- Dobeon Jireugi : Pukulan dua kali arah perut

- Sambion : Pukulan tiga kali arah kepala, leher, perut.

- Chiq Jireugi : Pukulan kearah dagu.

- Batangson momtong Makki : Tangkisan dengan telapak tangan kearah perut.

- Sonnal Momtong Makki : Tangkisan kearah perut dgn telapak tangan bentuk sonal.

- Hansonal Momtong Makki : Tangkisan tangan menyilang di dada, satu dikepal yang menangkis membentuk sonal.

- Momtong yeoup jireugi : Pukulan menyodok dari arah samping kearah perut.

Tendangan ( Chagi )

- Momtong Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah perut

- Eolgol Dollyo chagi : Tendangan melingkar kearah kepala

- Dwi Chagi : Tendangan balik menyodok kearah perut

- Yeoup chagi : Tendangan balik menyodok kepala dengan pisau kaki

- Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait arah kepala

- Idan Dollyo chagi : Tendangan melingkar dengan kaki depan.

- Puti Chagi : Tendangan menampar dari luar kedalam

- Puti Chumagi : Tendangan menampar dari dalam keluar

TINGKAT SABUK : HIJAU - HIJAU STRIP GEUP : VII-VI


Materi Teknik
Teknik Tangan :

- Pionsonkeut sewo chirugi : Sodokan kearah perut dengan dibarengi tangkisan

- Dollyo Jireugi : Pukulan melingkar kearah pelipis

- Jibibem sonal mok chigi : Sabetan kearah kepala dibarengi dengan tangkisan

- Bagat Palmok Makki : Tangkisan dengan dua telapak tangan mengepal kerah perut.

Tendangan ( Chagi )

- Dolke chagi : Tendangan berputar 180 derajat, dengan punggung kaki

- Dwi yeoup chagi : Tendangan balik menyodok leher dengan pisau kaki

- Idan Yeoup chagi : Tendangan menyodok dengan kaki depan, membentuk pisau kaki kearah leher.

- Idan Yeoup Khurigi : Tendangan mengkait kearah kepala dengan menggunakan telapak kaki depan.

- Pekta Chagi : Tendangan kaki depan ditarik setengah menggunakan punggung kaki.

- Twio Dollyo Chagi : Tendangan melompat /slaiding ditempat / kebelakang

- Mad badad chagi : Tendangan melompat / slaiding kesamping

- Ball Badad : Tendangan mendorong dengan seluruh bagian telapak kaki

TINGKAT SABUK : BIRU – BIRU STRIP GEUP : V-IV

Materi Teknik
Teknik Tangan :

- Jibibeum Sonnal mok chigi : Sabetan dan tangkisan secara bersamaan arah kepala telapak terbuka.

- Jibibeum Theok chigi : Sodokan arah dagu dan tangkisan secara bersamaan kearah kepala telapak tangan terbuka.

- Palkop piojok chigi : Serangan menggunakan sikut dengan satu tangan sementara tangan lain meraih kepala.

- Dollyo palkop : Serangan melingkar dengan menggunakan sikut.

- Yeoup Palkop : Serangan menyodok dengan menggunakan sikut.

- Dwi Palkop : Serangan dari arah bawah dengan menggunakan sikut.

- Ollio Palkop : Serangan balik kearah belakang dengan menggunakan sikut.

Tendangan ( Chagi ) :

- Twio Dwi Chagi : Tendangan lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut

- Dwi Khurigi : Tendangan berbalik mengkait dengan menggunakan telapak kaki.

- Narae chagi : Tendangan dengan menggunakan punggung kaki secara langsung 2 kali atau lebih.

- Idan Ap Khurigi : Tendangan mengkait arah depan/muka dengan telapak kaki.

- Idan Palko Dwi Chagi : Tendangan lompat sejajar kaki depan diangkat dan kaki belakang menendang balik dengan tumit kaki.

Noppi Dwi Chagi : Tendangan kaki belakang laiding diangkat ke depan sedangkan kaki depan balik menendang dengan tumit kaki.

Noppi Dwi Khurigi : Sama dengan Noppi Dwi Chagi namun menendangnya dengan telapak kaki secara mengkait.

Program Latihan Taekwondo

Program Latihan

Program latihan TAE KWON DO
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan Taekwondo :
1. Berdoa.
2. Ucap janji Taekwondo Indonesia
3. Streching
4. latihan:
- Pendahuluan
- Inti
- Variasi
- Permainan
5. Cooling Down
Materi Latihan:
1. Basic/dasar.
Gerakan basic atau dasar dalam Taekwondo berupa sikap kuda-kuda dan tangkisan.
a. Kuda-Kuda
Kuda-kuda adalah bagaimana posisi kaki kita dalam menopang badan kita. Dalam Taekwondo kuda-kuda berupa kuda-kuda pendek (Up Soogi), kuda-kuda panjang (Up Kubi), dan kuda-kuda L.
- Kuda-kuda Pendek (Up Soogi)
Posisi kuda-kuda pendek adalah layaknya orang yang berjalan biasa. Posisikan kaki normal/selebar bahu.
- Kuda-kuda Panjang (Up Kubi)
Posisi kaki dalam kuda-kuda panjang adalah posisi kaki yang depan ditekuk dan kaki belakang lurus. Jarak kedua kaki kurang lebih satu meter. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah posisi kedua kaki tidak sejajar, posisikan selebar bahu dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan.
- Kuda-kuda L
Posisi kaki seperti huruf L dengan membentuk sudut 90 derajat. Posisi kuda-kuda L sama seperti kuda-kuda Up Kubi, tetapi kaki belakang yang di tekuk, sedangkan kaki depan agak ditekuk sedikit. Beban tertumpu pada titik tengan antar kedua kaki.
NB:
- Posisi badan saat melakukan Up Soogi maupun Up Kubi adalah lurus mengahadap kedepan. Unuk melatih posisi tubuh agar lurus kedepan bisa dilakukan dengan melangkah dan posisi tangan berkacak pinggang. Cara ini dapat dilakukan pada awal latihan dan jika siswa sudah mampu menguasai posisi tubuh, latihan dilanjutkan dengan melangkah maju/mundur tanpa berkacak pinggang.
- Posisi badan untuk kuda-kuda L adalah serong 45 derajat.
b. Tangkisan
Dalam Taekwondo tangkisan digunakan untuk mem-blok serangan lawan. Tangkisan berupa tangkisan bawah (Area), tengah (momtong), dan atas (Eogol). Tangkisan menggunakan tangan yang terdiri dari tangan bagian dalam (Un Palmok), dan tangan bagian luar (Bakat Palmok)
1. Tangkisan Bawah
Bakat Palmok Area Maki atau tangkisan bawah dengan menggunakan tangan bagian luar (bakat palmok). Berfungsi untuk melindungi kaki depan ataupun mem-blok serangan lawan dengan tangan.
Cara pengambilan:
- posisikan kaki sejajar dalam posisi siap (junbi).
- posisi tangan kanan lurus ke bawah, tangkisan diambil dengan menggunakan tangan kiri dari atas (kira-kira setinggi bahu) dengan posisi kepalan menghadap ke wajah.
- tarik tangan kiri ke bawah sepanjang tangan kanan diikuti dengan majunya kaki kiri dengan sikap kuda-kuda up kobi.
2. Tangkisan Tengah
- Bakat Palmok Momtong An Maki
Tangkisan dari dalam keluar dengan menggunakan tangan bagian luar.
- Bakat Palmok Momtong Bakat Maki
Tangkisan dari luar ke dalam dengan menggunakan tangan bagian luar.
- An Palmok Momotong An Maki
Tangkisan dari dalam dengan menggunakan tangan bagian dalam.
- Bol Jumok Momtong An Maki
3. Tangkisan Atas (Bakat Palmok Eogol Maki)
- tangkisan diatas kepala berfungsi untuk melindungi jidat dari pukulan ataupun tendangan. Menggunakan tangan bagian luar (bakat palmok)
NB: cara pengambilan diikuti oleh gerak tubuh yang berfungsi sebagai penambah efek hentakan dan tenaga.
2. Tendangan.
Tendangan paling mendasar dalam Taekwondo adalah tendangan depan (Up Chagi) dan tendangan samping (Dolto Chagi). Kedua tendangan ini kemudian akan dikembangan dengan berbagai variasi.
a. Up Chagi
Disebut juga dengan tendangan depan. Cara pengambilannya, dalam posisi up soogi angkat kaki belakang setinggi rata-rata air (kedua kaki tetap rapat) dan lutut ditekuk membentuk sudut 90 derajat kemudian ditendangkan, dilecutkan/snap yang akan memberikan efek kecepatan. Setelah menendang usahakan kaki turun depan untuk pemula. Pengambilan tendangan dari depan, bukan dari samping (kalau diambil dari samping yang terbentuk adalah tendangan sabit dalam pencak silat). Semakin tinggi sasaran tendangan maka kaki depan diangkat semakin tinggi.
b. Dolyo Chagi
Pada dasarnya sama dengan up chagi, haya saja tendangan diarahkan ke samping dan memotong (bukan keatas). Ketika kaki belakang sudah diangkat, putar tubuh 90 derajat, gunakan kaki satunya untuk bertumpu dan digunakan sebagai poros perputaran kemudian tendangkan. Pergerakan pinggang sangat mempengaruhi sasaran tendangan. Gunakan snap untuk menimbulkan efek kecepatan. Latihan ini juga bisa dilakukan dengan menempel pada tembok untuk membenarkan arah tendangan.
NB: efek snap sangat dibutuhkan dalam setiap tendangan, karena akan menambah kecepatan dan sangat menentukan tendangan berikutnya. Snap bisa dilatih dengan sering melipat-lipat lutut. Posisikan tubuh dalam posisi duduk sinden kemudian angkat pantat naik turun atau dengan posisi berbaring. Angkat kedua kai dan kemudian lakukan tendangan dengan kedua kaki secara bergantian.
Variasi Tendangan
- Iddan
- Nare chagi
- Nario
- Mal badak
- Pekta chagi
- Dolkey
- Yap chagi
- Tio
- Dwirigi
- Dwichagi
Program latihan
1. Aksi Reaksi
- Berpasangan. Satu orang memegang dua target dan berikan target dengan pancingan. Lakukan sebanyak 3 set dengan 5 repetisi. Variasi tendangan berupa dolyovhagi, cangkul, dan narai cagi dengan berbagai bentuk variasi (iddan, mat badak, pekta chagi, dll). Lakukan secara bergantian.
- Tiga Orang. Satu orang berada di tengah dan 2 orang lainnya di depan dan belakang dengan memegang dua target. Lakukan tendangan dolyo kanan kiri sebanyak 10 set dengan bergantian (semakin cepat semakin baik).
2. Stamina
Latihan stamina akan sangat berguna saat kita bertanding. Daya tahan berupa kekuatan fisik dan kekuatan nafas. Daya tahan fisik maupun pernapasan meruakan hal yang tidak dapat dipisahkan.
Latihan stamina:
a. loncat gawang
peralatan:
1. Paralon yang dibuat seperti gawang dengan ketinggian 30 cm. paralon bias diganti dengan menggunakan tas
2. stopwatch
pelaksanaan:
1. lompatan dengan kedua kaki.
2. lompatan dengan satu kaki
3. lompatan dengan kaki membentuk lambing nazi
b. loncat balok
peralatan:
1. bangku panjang dengan ketinggian 30 cm.
2. stopwatch
pelaksanaan:
1. lompatan dengan kedua kaki
2. lompatan dengan satu kaki
3. lompatan dengan kedua kaki kemudian lompat sekali lagi diatas balok
c. lompat kijang
d. lari
Diawali dengan jalan kemudian jogging dan lari sprint.
Jalan sprint
joging
3. Fight
1. Gunakan tekhnik yang benar-benar kita kuasai.
2. pengaturan jarak.
3. pengaturan dan efektifitas serangan.
4. ritme gerakan (jump) dan pancingan
5. konsentrasi pada sasaran
latihan Kombinasi
1. iddan dolyo chago, mundur nare chago, dolyochagi (hijau keatas)
2. step satu dolyochagi (aba2 dan reaksi)
3. step mundur dilyo chagi (aba2 dan reaksi)
4. dolyo chago, dwi chagi
5. step mundur dolyo chago, dwi chagi
6. step mundur dolyo chago, nare chago, dwi chagi
Di sini diuraikan beberapa program latihan fisik untuk para atlet taekwondo :
1.Pola makan
Pola makan menentukan kebugaran para atlet. Jam makan harus tepat. Makan malam tidak boleh lebih dari jam 7 malam, karena akan menjadi lemak. Atlet boleh makan hingga 5 kali dalam sehari, toh semua kalori terbakar dengan menjalani olahraga teratur. Jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin c, karena vitamin ini tidak diproduksi oleh tubuh.
2.Kelincahan
Latihan ini sebaiknya dilakukan secara teratur. Waktunya 6 kali dalam seminggu. Program latihannya dengan melakukan skipping dengan variasi gaya lompatan, standarnya seratus kali tanpa putus lalu istirahat sebentar, lalu lanjutkan lagi.
3.Kecepatan
Gerak dilatih dengan sprint 100 meter, jangan lupa dihitung time nya. Usahakan ada peningkatan waktu tempuh. Bila hari ini mampu 17 detik, hari berikutnya harus mampu 16 detik, dan seterusnya. Latihan ini akan menunjang speed kamu dalam menendang dan reflek kamu.
4.Daya tahan otot
Tujuan utama dalam berlatih adalah melatih daya tahan otot, bukan membesarkan otot. Bagi atlet dibawah 17 tahun dilakukan dengan push up, standarnya adalah 25 kali. Lalu istirahat 1 menit, kemudian dilanjutkan 25 kali lagi dan seterusnya. Intinya bukan berapa banyak push up yang kita hasilkan dalam satu hari, tetapi seberapa lama kita istirahat saat melakukan push up yang pertama ke push up yang kedua, ketiga, dst. Percuma kita push up sampai 1000 kali, tapi metodenya dicicil pagi siang, malam. Lebih baik Cuma seratus kali tapi dilakukan dengan 4 kali istirahat dalam waktu 1 menit.
Sit up dan back up pun sama dengan uraian di atas.
Semoga berguna …
source : hannythinkabout & Berbagai sumber

RPP SMP 3



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah                       : ....................................
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester           : VII/1
Standar Kompetensi   : 3. Membaca ( Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca).
Kopetensi dasar          : 3.3  Memba­ca­kan berbagai teks perang­kat upacara dengan into­nasi    yang tepat
Alokasi waktu             : 6 x 40 menit ( 3 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran
  1. Peserta didik dapat Menyim­pul­kan isi baca­an
  2. Peserta didik dapat Menghitung waktu  membaca
  3. Peserta didik dapat Merangkai pokok-pokok bacaan
  4. Peserta didik dapat Menentukan pokok-pokok bacaan

v  Karakter siswa yang diharapkan :          Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Berani ( courage )
B.Materi Pembelajaran
Penyimpulan isi bacaan

C.Metode Pembelajaran
1.     Pemodelan
2.     Tanya jawab
3.     Penugasan

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama : 2 X 40’
Kegiatan Awal
Apersepsi :
o  Guru memperlihatkan teks non sastra kepada siswa.
Motivasi :
o  Guru menjelaskan pentingnya membaca.

     Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F  Peserta didik dapat Peserta didik membaca teks nonsatra
F  Guru bertanya jawab mengenai isi bacaan

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
F  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F  memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
F  Peserta didik dapat Menyim­pul­kan isi baca­an
F  Peserta didik dapat Menghitung waktu  membaca

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.


Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
F  menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
            
Pertemuan kedua : 2 X 40’
Kegiatan Awal
Apersepsi :
o  Guru memperlihatkan teks non sastra kepada siswa.
Motivasi :
o  Guru menjelaskan pentingnya membaca.

     Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F  Peserta didik dapat Peserta didik membaca teks nonsatra
F  Guru bertanya jawab mengenai isi bacaan

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
F  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F  memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
F  Peserta didik dapat Merangkai pokok-pokok bacaan

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
F  menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan ketiga : 2 X 40’
Kegiatan Awal
Apersepsi :
o  Guru memperlihatkan teks non sastra kepada siswa.
Motivasi :
o  Guru menjelaskan pentingnya membaca.

     Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F  memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F  Peserta didik dapat Peserta didik membaca teks nonsatra
F  Guru bertanya jawab mengenai isi bacaan

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F  memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F  memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F  memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F  memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F  memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
F  memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F  memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F  memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
F  Peserta didik dapat Menentukan pokok-pokok bacaan

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
F  memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
F  memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
F  memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
Ø  berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
Ø  membantu menyelesaikan masalah;
Ø  memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
Ø  memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
Ø  memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F  bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F  melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F  memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F  merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
F  menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.Sumber Belajar
a.       Bagan identifikasi pengalaman
b.      Gambar
c.       VCD
d.      Narasumber
e.       Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

F. Penilaian
Indikator Pencapaian
Penilaian
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen
·    Mampu membaca cepat 200 kata per menit




·    Mampu menjawab dengan benar 75% dari jumlah pertanyaan yang disediakan

·    Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan cara merangkai pokok-pokok bacaan
Tes praktik/kinerja

Uji petik kerja

·  Buka dan bacalahlah teks yang terlipat di atas mejamu setelah terdengar bel satu kali dan berilah tanda garis miring pada akhir kata yang dibaca setelah terdengar bel 2 kali!
·  Jawablah beberapa pertanyaan berikut!
1. ...
2. ...  dst.
Hitunglah KEM kamu
·  Tuliskan pokok-pokok bacaan itu, kemudian simpulkan isi bacaan berdasarkan pokok-pokok bacaan itu!  

                            

Mengetahui,
Kepala ...............……………



(__________________________)
NIP / NIK : ..........................

…..,…………………  20 …….
Guru Mapel BHS Indonesia.



(_______________________)
NIP / NIK : ..........................