Wednesday, 5 November 2014

Merawat, Memeriksa dan Memperbaiki Roda Mobil (Geometri Roda)




                   
 RODA


Roda meliputi ban dan pelek. Keduanya memerlukan perawatan tersendiri secara terpisah. Jika keduanya disatukan menjadi sebuah roda maka perawatannya jadi tidak sama. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada roda adalah keseimbangan dan ketepatan posisinya. Keseimbangan roda-roda sangat berpengaruh pada kenyamanan pengendaraan mobil. Roda yang tidak seimbang akan menimbulkan getaran yang akan terasa oleh penumpang.


Roda depan berbeda dengan roda belakang pada cara melayaninya. Pemasangan roda depan bukan hanya sekedar untuk dapat diputar dan dibelokkan. Roda-roda depan dipasang sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi kenyamanan terutama pada saat membelok.
Beberapa hal yang penting pada pemasangan roda-roda depan adalah:

1. Toe in
Toe in adalah besarnya selisih jarak garis tengah kedua roda bagian depan dengan jarak garis tengah kedua roda bagian belakang. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:



Untuk menentukan besarnya toe in bisa dilihat pada buku pedoman servis untuk mobil tersebut. Besarnya toe in secara umum pada mobil penggerak roda belakang antara 0 sampai 5 mm (toe in posisif). Untuk mobil penggerak roda depan adalah antara 0 sampai -2 mm (toe in negatif).

2. Camber
Camber adalah besarnya sudut yang dibentuk oleh garis tengah roda dengan garis vertikal dilihat dari depan. Sudut camber ada yang positif dan ada yang negatif. Sudut camber negatif adalah apabila bagian atas roda miring keluar. Sudut camber negatif adalah apabila bagian atas roda miring kedalam. Besarnya sudut camber antara 1° sampai 3°.


3. Caster
Caster adalah sudut antara king pin dengan garis vertikal dilihat dari samping roda. Apabila kemiringan king pin ke arah belakang mobil maka sudut casternya positif sedangkan jika kemiringan king pin ke arah depan mobil maka sudut casternya negatif.



4. Sudut King pin
Sudut king pin adalah sudut yang dibentuk oleh garis tengah king pin dengan garis vertikal dilihat dari depan mobil. Bagian atas king pin pada mobil dimiringkan ke arah dalam sehingga membentuk sudut dengan garis vertikal. Besarnya sudut ini sekitar 7°.



Pemeriksaan dan Penyetelan Roda :
a.   Keseimbangan roda
  1. Dongkrak mobil.
  2. Bebaskan transmisi dan rem mobil.
  3. Kemudi lurus ke depan.
  4. Putar roda dengan tangan pada putaran maksimal sesuai dengan kekuatan tangan kita. Apabila bagian tertentu dari roda selalu berada di bawah setelah roda berhenti berarti roda tidak seimbang. Jangan memindahkan bobot timah yang ada pada pelek roda secara sembarangan.
  5. Apabila akan dilakukan penyetelan keseimbangan roda dengan alat Wheel Balancer terlebih dahulu pastikan bahwa pelek roda dalam keadaan baik.
  6. Lepas roda yang akan disetel keseimbangannya.
  7. Periksa tekanan ban, sesuaikan dengan tekanan normal.
  8. Ukur diameter dan lebar pelek atau baca pada tanda, kemudian sesuaikan pada chanel alatnya.
  9. Atur posisi chanel in - out untuk menentukan pada posisi mana bobot timah akan dipasangkan.
  10. Pasangkan roda pada alat wheel balancer dengan kuat untuk menghindari kemungkinan roda lepas waktu berputar.
  11. Pindahkan posisi switch pada "ON".
  12. Tekan tombol start sehingga roda berputar.
  13. Pada waktu roda berputar maka alat akan menunjukkan angka dengan sendirinya berapa bobot yang harus dipasang dan di bagian mana bobot itu harus dipasang.
  14. Pasangkan bobot sesuai dengan yang ditunjukkan oleh alat tersebut.
Catatan:
  • Roda dikatakan seimbang apabila angka pada alat menunjukkan nol.
  • Untuk alat wheel balancer model lain, pahami terlebih dahulu petunjuk penggunaannya.

b.  Toe in
  1. Periksa tekanan ban. Tekanan ban harus normal.
  2. Tempatkan mobil di bidang yang rata.
  3. Luruskan roda-roda depan dengan melihat posisi kemudi dan lengan pitman.
  4. Beri tanda pada garis tengah ban bagian depan setinggi poros roda.
  5. Ukur jarak kedua roda depan tepat pada tanda yang telah dibuat. Pengukuran bisa dengan menggunakan pita atau penggaris.
  6. Ukur jarak roda depan bagian belakang dengan cara yang sama seperti di atas.
  7. Dari hasil pengurangan kedua pengukuran tersebut didapat besarnya toe in. Jika toe in tidak sesuai dengan ketentuan pada buku pedoman servisnya, setel dengan cara mengubah panjang tuas penyambung (tie rod).
  8. Kendorkan baut-baut pada bagian penyetel. Putar penyetel panjang tuas penyambung sedikit saja. Satu putaran pada bagian penyetel mengakibatkan perubahan toe in kira-kira 4 mm. Panjang tuas penyambung kiri harus sama dengan panjang tuas penyambung kanan.
  9. Ukur lagi besarnya toe in seperti di atas sampai hasilnya sesuai dengan ketentuan.
  10. Setelah selesai keraskan baut-baut pada bagian penyetel.
c.   Camber
Pengukuran camber secara matematis:
  1. Tempatkan mobil pada bidang yang rata.
  2. Pastikan tekanan ban normal. Jika tidak maka sesuaikan dengan ketentuan spesifikasinya.
  3. Ukur besarnya garis tengah roda. Sebagai titik pusatnya adalah titik tengah poros roda dan garis tengah ban. Misal = D mm.
  4. Ambil benang yang ujungnya diberi bobot. Dekatkan atau tempelkan benang pada sisi luar ban.
  5. Ukur panjang benang dari titik tengah poros roda sampai tengah ban bagian atas. Misal = Lmm.
  6. Hitung besarnya L dibagi dengan D. Jika L/D = 0,998 sampai 0,999 berarti sudut camber antara 1° sampai 3° secara umum adalah benar.
  7. Jika besarnya sudut camber salah, setel dengan memper. perhatikan cara penyetelannya.
Pengukuran dengan cara tersebut di atas kurang teliti. Apabila menghendaki hasil pengukuran yang lebih teliti gunakan alat khusus, yaitu Front Wheel Aligment. Alat tersebut mudah digunakan dan bisa untuk mengukur camber, caster, sudut king pin, dan turning radius.
Pengukuran camber dengan alat Front Wheel Aliment:
  1. Tempatkan mobil di tempat yang datar.
  2. Luruskan kemudi sehingga roda-roda depan pada posisi yang lurus.
  3. Pasang alat ukur pada bagian sumbu roda yang luknya telah dilepas.
  4. Nolkan gelembung udara pada pipa pengontrol kemiringan alat ukur. Apabila gelembung udara pada pipa pengontrol terletak pada angka 0 berarti alat ukur tepat horisontal.
  5. Baca angka yang ditunjukkan oleh gelembung udara pada pipa skala sudut camber. Perhatikan tanda positif dan negatif. Tanda tersebut menunjukkan arah kemiringan roda. Bila positif berarti roda miring keluar bagian atasnya, dan bila negatif berarti roda miring ke dalam bagian atasnya.
  6. Jika angka yang ditunjukkan tidak sesuai dengan ketentuan, setel besarnya sudut camber.
d.   Caster
  1. Putar roda depan ke kanan sejauh 20°. Untuk mengetahui besarnya sudut putar ini pasang terlebih dahulu turning table (alas berskala sudut).
  2. Pada posisi ini nol-kan alat ukur dan skala caster.
  3. Putarkan roda depan ke kiri 40° atau 20° dari posisi 0 dengan arah berlawanan.
  4. Nol-kan dulu alat ukurnya dan bacalah sudut kemiringan caster pada skala caster.
  5. Lakukan dengan cara yang sama untuk roda depan lainnya.
  6. Catatlah hasilnya dan bandingkan dengan ketentuan pada buku pedoman servis.
e.   Sudut king pin
  1. Posisi roda depan lurus. Putarlah kemudi kekanan sehingga roda berputar sebesar 20°. Besarnya sudut putar tersebut lihat pada alas berskala sudut ("turning table").
  2. Pada posisi ini, nol-kan alat ukur dan skala sudut king pin.
  3. Putarkan kemudi ke kiri sejauh 40° (20° dari posisi 0 dengan arah berlawanan).
  4. Nol-kan alat ukur dan baca sudut kemiringan pada skala king pin.
  5. Lakukan dengan cara yang sama untuk roda depan yang lainnya.
  6. Catatlah hasilnya dan bandingkan dengan ketentuan pada buku pedoman servis mobil tersebut.
f.    Turning radius
  1. Dari posisi roda depan lurus, putarkan roda sejauh 20° ke kanan.
  2. Bacalah sudut putar roda depan sebelah kiri pada alas (turning table).
  3. Lakukan dengan cara yang sama untuk roda depan sebelahnya.
  4. Ukur panjang tread roda, yaitu panjang pusat roda depan kanan sampai pusat roda sebelah kiri.
  5. Ukur tinggi mobil, yaitu titik tumpu pegas daun dengan kerangka sampai lantai.
  6. Ukur jarak wheel base, yaitu jarak antara sumbu roda belakang dan depan.
  7. Bandingkan hasil pengukuran dengan ketentuan pada buku pedoman servis untuk mobil tersebut.
Catatan:
Besarnya sudut turning radius dipengaruhi oleh wheel base (jarak roda depan dan roda belakang), tread (jarak antara kedua king pin), dan tergantung dari mobil yang diukur. Kesalahan yang terjadi pada turning radius disebabkan oleh kebengkokan pada lengan-lengan sistem kemudi yang biasanya mengakibatkan ban cepat aus, kemudi tidak stabil, dan agak sukar dibelokkan.

Bantalan Roda
Fungsi dari bantalan roda adalah untuk memperkecil gesekan perputaran antara poros dan rumahnya atau sebaliknya. Oleh karena fungsinya yang demikian maka sebuah bantalan roda harus tahan terhadap keausan karena bantalan roda secara terus menerus berputar. Jika sudah aus berarti harus diganti. Bantalan roda juga harus tahan karat dan mempunyai koefisien gesek yang kecil sehingga kerugian tenaga akibat gesekan relatif kecil. Syarat lain yang harus dipenuhi oleh bantalan adalah mampu bekerja pada temperatur tinggi dan mampu berfungsi tanpa diberi palumasan. Kedua syarat terakhir sangat perlu karena poros yang berputar akan terus naik suhunya, dan pelumasan pada bantalan agak sulit dikerjakan. Apabila harus sering dilumasi maka hal itu bukan suatu pekerjaan yang mudah.

Bantalan roda dalam jangka waktu tertentu harus dilumasi sekurang-kurangnya pada saat dibongkar atau diganti. Pelumasan bantalan roda umumnya cukup dengan vet yang juga berfungsi untuk menjaga kotoran agar tidak masuk ke dalam cincinnya, di samping untuk mencegah keausan dan menurunkan gesekan.

Bagian-bagian utama dari sebuah cincin luar, elemen gelinding, cincin dalam sangkar, dan sangkar. Elemen gelinding bantalan bermacam-macam bentuknya, yaitu elemen gelinding peluru bola, silinder, busur, dan kerucut. Bantalan peluru bola biasanya dipakai pada sistem penggerak roda depan. Bantalan ini tidak dapat disetel. Jika terjadi kelonggaran maka harus diganti dan tak perlu dilumasi. Pada bantalan jenis ini sudah terisi vet khusus yang tertutup sil. Jenis bantalan rol silinder sama dengan jenis bantalan peluru bola. Tidak dapat disetel dan tak perlu dilumasi. Bantalan ini digunakan pada aksel rigid yang menggerakkan roda. Bantalan yang dapat disetel dan dilumasi adalah bantalan jenis kerucut. Biasanya digunakan pada naf yang tidak menggerakkan roda.
  1. Dongkrak mobil dan pasang penyangga.
  2. Periksa kelonggaran roda. Goyangkan roda dengan kedua tangan pada posisi tangan atas dan bawah. Apabila ada kelonggaran ketika roda digoyang dan rem diinjak pada saat roda digoyang maka hal itu berarti kelonggaran terletak pada sistem suspensinya.
  3. Jika kelonggaran terletak pada bantalannya, lepas tutup naf.
  4. Lepas pen pengunci dan keluarkan penutup pengunci.
  5. Keluarkan mur penyetel dan naf.
  6. Keluarkan bantalan luar, ring tekan, sil, dan bantalan.
  7. Cuci bantalan dengan solar sampai bersih.
  8. Periksa keausan pada bantalan. Bantalan yang bernoda-noda harus diganti.
  9. Beri vet pada bantalan sampai merata dan penuh, juga pada naf dan sil yang baru.
  10. Pasang naf pada aksel naf dan keraskan sedikit mur penyetel bantalan sampai terasa tidak ada kelonggaran.
  11. Pasang roda dan kontrol lagi kelonggaran bantalan.
  12. Pasang penutup kunci. Cari posisi yang cocok untuk pemasangan pen pengunci.
  13. Pasang pen pengunci yang baik dan bengkokkan kedua ujungnya demi keamanan.
Spooring dan Balancing Roda
Ada saat – saat tertentu kapan anda butuh balancing roda, seperti :
  1. Ketika anda bejalan dikecepatan antara 60 – 100 Km/jam, maka ada getaran di roda. Ini disebabkan ketidak seimbangan roda. Jika anda merasakan getaran hanya di kursi anda saja, kemungkinan yang tidak balance adalah roda belakang. Karena itu, lebih baik cek ke bagian balancing roda. Roda anda bisa diberi pemberat atau bisa juga menggunakan teknik balancing yang lebih muktakhir.
  2. Mobil cenderung membelok ke kanan atau ke kiri jika setir dilepas, padahal jalanan rata. Ini bisa disebabkan oleh roda yang tidak balance, atau tekanan ban depan yang tidak sama. Salah satu ban mungkin kempes, atau memang ukuran ban tidak sama ( biasanya jika salah satu ban adalah ban cadangan ). Pastikan ban yang digunakan tipe, ukuran, dan mereknya sama. Jika sudah sama, namun masih ada gejala ini, berarti perlu untuk disejajarkan.
  3. Ketika anda berjalan di jalan lurus, jari – jari dari setir posisinya tidak lurus. Ini juga disebabkan oleh perataan ketidak lurusan atau tidak balancenya perataan roda.
Apabila mobil sudah lama dipakai, keselarasan dan keseimbangan roda harus diperbaiki karena komponen kaki – kaki mobil sudah rusak, dan tentunya ada bagian – bagian yang aus, yang bisa memunculkan penyimpangan di sudut kelurusan roda.Agar mobil tetap stabil, maka anda harus spooring dan balancing secara berkala. Tujuan spooring adalah menyelaraskan antara posisi roda kanan dan kiri. Efek yang ditimbulkan dari ketidak seimbangan roda adalah mobil limbung dan berat sebelah.
Adapun balancing berarti membuat roda belakang menjadi pararel dengan roda depan. Balancing juga ditujukan untuk menghindari getaran kecil saat mobil dijalankan.
Proses spooring dan balancing ini memastikan bahwa roda belakang benar – benar lurus dengan roda depan karena roda belakang hanya mengikuti gerakan roda depan saat mobil dijalankan. Apabila kondisi ini tidak tercapai, ban anda akan cepat aus dan kestabilan mobil terganggu.
Spooring dan balancing selain bermanfaat untuk keselamatan juga mengirit biaya, karena keausan ban mobil merata sehingga anda tidak cepat ganti ban. Selain itu penanganan, serta kenyamanan mobil tetap optimal, efek mobil yang limbung dapat dihindari, andapun lebih mudah berkendara.
Terimakasih atas info  by http://otomotif.selkid.com
.

No comments:

Post a Comment